Tentang Kami

Breadsos adalah organisasi sosial yang bekerja untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak mereka yaitu makanan bergizi. Breadsos dilatarbelakangi fakta yang sangat mencengangkan yaitu ± 92.5 juta atau sekitar 37% anak di Indonesia mengalami kekurangan gizi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bila di suatu masyarakat/bangsa terdapat lebih dari 20% kasus balita gizi kurang dan atau lebih dari 30% kasus stunting, maka masyarakat/bangsa tersebut menghadapi masalah kesehatan yang serius. Hal ini berarti Indonesia masuk ke kategori darurat gizi.

Danang Dwi Harmoko, seorang aktivis sosial sejak tahun 2010 menangani salah satu panti asuhan di kota Depok tergerak untuk melakukan sesuatu yang berdampak lebih luas. Setelah melihat fakta dilapangan bahwa banyak anak asuh dalam panti-panti asuhan di kota Depok yang belum mendapatkan akses ke makanan bergizi, terutama sarapan. Kemudian, dia memperdalam pengetahuan tentang organisasi sosial dari berbagai sumber untuk menemukan solusi yang efektif guna mengatasi masalah kekurangan gizi.

Setelah 2 tahun mengumpulkan pengetahuan dan membangun relasi dengan para aktivis sosial lainnya, dia mengajak beberapa rekan yang mempunyai visi yang sama dan mendirikan Breadsos sebagai kendaraan untuk mengatasi masalah kekurangan gizi anak di Indonesia.

Breadsos sendiri terdiri dari 2 kata yaitu, “bread” (roti) dan “sos” (sosial). Roti sendiri merupakan makanan sehat dan bergizi serta praktis sebagai sarapan. Dengan kata lain, Breadsos berupaya menyalurkan makanan bergizi yang praktis dan siap saji namun disukai oleh anak.

Visi Breadsos adalah “suatu hari tidak ada anak Indonesia yang kekurangan gizi”. Visi tersebut merupakan manifestasi tujuan akhir dari Breadsos. Kami akan berusaha menjadi “jembatan” bagi orang-orang yang peduli terhadap permasalahan gizi anak di Indonesia.